KEANEKARAGAMAN JENIS REPTIL DAN AMFIBI DI KAWASAN LINDUNG SUNGAI LESAN, KALIMANTAN TIMUR

Arief Tajalli, Mirza Dikari Kusrini, Rahmat Abdiansyah, Agus Priyono Kartono
| Abstract views: 815 | PDF (Bahasa Indonesia) views: 713

Abstract

Kalimantan merupakan salah satu pulau yang memiliki kekayaan hayati tinggi di Indonesia, namun kebanyakan laporan mengenai kekayaaan jenis reptil dan amfibi berada di dalam kawasan konservasi seperti Taman Nasional. Penelitian mengenai keanekaragaman reptil dan amfibi dilakukan di habitat akuatik dan terestrial dalam kawasan lindung Sungai Lesan di Berau, Kalimantan Timur pada bulan Juli-Agustus 2010. Pengumpulan data reptil dan amfibi dilakukan dengan metode Visual Ecounter Survey (VES) dimodifikasi dengan Time Search dan Line Transect (400 meter). Jumlah keseluruhan reptil dan amfibi yang ditemukan pada lokasi penelitian yaitu 31 reptil dan 31 jenis amfibi. Dari 31 jenis reptil yang diperoleh, terdiri dari dua ordo yaitu squamata dan testudines serta 9 famili dengan 2 jenis yang termasuk dalam kategori rentan (VU: Vulnerable) daftar merah IUCN dan appendix II CITES yaitu kura-kura punggung datar (Notochelys platynota) dan bulus (Amyda cartilaginea). Pada amfibi, diperoleh lima famili dua jenis masuk kategori hampir terancam (NT: Near Threatened) dalam daftar merah IUCN. Keberadaan herpetofauna ini didukung oleh adanya berbagai mikrohabitat karena berkaitan dengan pola aktivitas dan sebaran ekologis. Perlindungan kawasan ini sangat penting mengingat makin meningkatnya desakan perubahan kawasan hutan untuk peruntukan lain.

Kata kunci: Herpetofauna, Kalimantan, kekayaan jenis, hutan lindung.

Keywords

Herpetofauna, Kalimantan, kekayaan jenis, hutan lindung

References

Abdulhadi, R., Widjaja, E. A., Rahayuningsih, Y., Ubaidillah, R., Maryanto, I., & Rahajoe, J. S. (2014). Kekinian keanekaragaman Hayati Indonesia. Bogor: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Kementerian PPN/ Bappenas, Kementerian Lingkungan Hidup.

Das, I. (2004). Lizards of Borneo: A Pocket Guide. Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia: Natural History Publications (Borneo).

Das, I. (2006). A Photographic Guide Snakes dan Other Reptiles of Borneo. UK: New Holland Publishers Ltd.

Das, I (2007). Amphibians and Reptiles of Brunei: A Pocket Guide. Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia: Natural History Publications (Borneo).

De Rooij, N. (1915). The Reptiles of the Indo-Australian Archipelago: Lacertilia, Chelonia, Emydosauria. Leyden (Holland): E. J. Brill.

De Rooij, N. (1917): The Reptiles of the Indo-Australia Archipelago: Ophidia. Leyden (Holland): E. J. Brill.

Frost, D. R. (2021). Amphibian Species of the World: an Online Reference. Version 6.1 (30 August 2021). Electronic Database accessible at https://amphibiansoftheworld.amnh.org/index.php. American Museum of Natural History, New York, USA. doi.org/10.5531/db.vz.0001.

Hammer, Ø. (2018). PAST PAleontological STatistics Version 3.21. Reference Manual. Natural History Museum University of Oslo.

Heyer, W. R., Donnely, M. A., McDiarmid, R. W., Hayek, L. C., & Foster, M. S. (1994). Measuring and monitoring biological diversity: Standard methods for amphibians (M. S. Foster, Ed.). Washington: Smithsonian Institution Press.

[HIMAKOVA IPB] Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Institut Pertanian Bogor. (2005). Laporan Studi Konservasi Lingkungan (SURILI) 2005: Identifikasi dan Apresiasi Spesies kunci dan Integritas Sosial Budaya serta Ekologi di Betung Kerihun Taman Nasional: Pendekatan Ecocultural di Konservasi.

[HIMAKOVA IPB] Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Institut Pertanian Bogor. (2008). Laporan Studi Konservasi Lingkungan (SURILI) 2008: Potensi Keanekaragaman Hayati dan Kearifan Tradisional Masyarakat Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Provinsi Kalimantan Barat.

Inger, R.F., & Stuebing, R. B. (1999). A Field Guide to the Snakes of Borneo. Kota Kinabalu, Sabah: Natural History Publications.

Inger, R. F., & Stuebing, R. B. (2005). A Field Guide to the Frogs of Borneo. Kota Kinabalu, Sabah: Natural History Publications.

Inger, R. F., & Voris, H. K. (2001). The biogeographical relations of the frogs and snakes of Sundaland. Journal of Biogeography, 28, 863–891.

Iskandar, D.T. (2000). Kura-kura & buaya Indonesia dan Papua Nugini. Bandung, Indonesia: Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung.

IUCN (2020). IUCN Red List of Threatened Species. Version 2020-1. Retrieved from http://www.iucnredlist.org. (23 June 2020).

Kusrini, M. D., Mulyani, Y. A., & Kartono, A. P. (2011). Keanekaragaman Hidupan Liar di Areal Perkebunan Kelapa Sawit PT Sukses Tani Nusa Subur di Kalimantan Timur. Bogor, Indonesia: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Lim, B. L., & Das, I. (1999). Turtles of Borneo and Peninsular Malaysia. Kota Kinabalu, Sabah: Natural History Publications.

Mediyansyah. (2008). Keanekaragaman Jenis Amfibi (Ordo Anura) di Stasiun Riset Cabang Panti Taman Nasional Gunung Palung Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Skripsi Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Pontianak.

Mediyansyah, & Rachmansyah, A. (2010). Laporan Survei Herpetofauna PT. Cinta Usaha Sejati (CUS) dan PT. Jalin Vaneo (JV) Kalimantan. FFI-Indonesia.

Mistar. (2008). Panduan Lapang Amfibi dan reptil di Areal Mawas Propinsi Kalimantan Tengah (Catatan di Hutan Lindung Beratus). Kalimantan Tengah. BOS Foundation.

Nardiyono. (2007). Laporan Hasil Survei Sarang Orangutan di Kawasan Lindung Sungai Lesan, Kecamatan Kelay (tidak dipublikasikan). Tanjung Redeb. The Nature Conservancy.

[PEMDA Berau] Pemerintah Daerah Kabupaten Berau. (2005). Usulan Pengelolaan Kawasan Konservasi Habitat Orangutan di Hutan Lindung Sungai Lesan. Tanjung Redeb: Pemerintah Kabupaten Berau.

Purbatrapsila, A. (2009). Studi Keanekaragaman Jenis dan Sebaran Spasial Ular pada Beberapa Tipe Habitat di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. [skripsi]. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Rahmawaty. (2004). Hutan, Fungsi dan Peranan bagi Masyarakat. Fakultas Pertanian Program Ilmu Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.

Riyanto, A. & Mumpuni. 2003. Metode Survei Pemantauan Populasi Satwa. Seri Ketiga Kura-kura. Bogor. Zoologi Pusar Penelitian Biologi LIPI.

Uetz, P., Freed, P., & Hošek, J. (2017). The Reptile Database. Retrieved from http://www.reptile-database.org (1 November 2018).

Utama, H. (2003). Studi keanekaragaman amfibi (Ordo Anura) di Areal PT. Intracawood Manufacturing, Kalimantan Timur. Skripsi Sarjana Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Veith, M., Wulffraat, S., Kosuch, J., Hallmann, G., Henkel, H.-W., Sound, P., Samsu, Rudhimanto, L., & Iskandar, D. (2004): Amphibians of the Kayan Mentarang National Park (East Kalimantan, Indonesia): estimating overall and local species richness. Tropical Zoology, 17, 1–13.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.