PAHATAN CANGKANG MOLUSKA PADA RELIEF CANDI BOROBUDUR

Nova Mujiono
| Abstract views: 558 | PDF (Bahasa Indonesia) views: 511

Abstract

Panel relief di Candi Borobudur dapat ditemukan pada lantai dasar (Kamadhatu) yang sekarang tertutup undagi dan juga di lantai tengah (Rupadhatu). Dua dari enam macam motif ornamen relief ialah flora fauna. Kajian identifikasi keduanya telah banyak dilakukan, namun informasi fauna invertebrata masih sangat minim. Penelitian ini bertujuan mengkaji keberadaan relief fauna invertebrata (khususnya moluska), mengidentifikasi, dan menginterpretasikannya dalam aspek visualisasi, biologi, dan religi. Hasilnya ditemukan 11 pahatan relief cangkang gastropoda yang dikenal sebagai shankha. Shankha dipahat dalam posisi vertikal/horizontal, tunggal/berpasangan, serta dengan/tanpa sayap. Shankha atau gastropoda yang diwujudkan adalah jenis Turbinella pyrum maupun T. fusus. Shankha digunakan sebagai jambangan air atau juga terompet. Shankha merupakan perlambang unsur air dan dipahatkan dengan harapan lokasi sekitar candi akan menjadi subur. Penemuan relief shankha di Candi Borobudur menjadi informasi baru karena belum pernah disebutkan dalam studi terdahulu.

Kata kunci: Borobudur, relief, shankha, Hindu-Buddha, gastropoda.

References

Achmadi, A. S., Maryanto, I., Rusdianto, Maharadatunkamsi & Dwijayanti, E. (2020). Identifikasi singkapan simbolik

fauna mamalia pada babak cerita di relief lalitavistara Candi Borobudur. Jurnal Biologi Indonesia, 16(2), 111-141.

ANTARA. (2020). 52 spesies fauna teridentifikasi di relief Candi Borobudur. [Online]. Diambil dari https://www.antaranews.com/infografik/1854632/52-spesies-fauna-teridentifikasi-di-relief-candi-borobudur. [15 April 2021].

Arularasan. S., Viswanathan, M. S., Venmathi, M. B. A., Zaman, G. U., Shekar, M. C. (2016). Variation in shell morphology and adult specimen weight in three varieties of a commercially important gastropod Turbinella pyrum (Linnaeus, 1767) from Southeast Coast of India. Journal of Marine Science: Research & Development, 6(2), 1-4.

Athiyaman, N. (2012). Conch as currency and symbol on coins. Tamil Civilization, 24(1-2), 45-53.

BKT KR Purwodadi. (2018). Buku panduan wisata edukasi relief flora candi Borobudur. Purwodadi: Penerbit BKT KR Purwodadi.

Deshpande-Mukherjee, A. (2008). Archaeomalaco-logical research in India with special reference to early historic exploitation of the sacred conch shell (Turbinella pyrum) in Western Deccan. In A. Antczak & R. Cipriani (Editors), Early Human Impact On Megamolluscs (pp. 209-222). Oxford: Archaeopress.

Dharma, B. (2005). Recent and fossil Indonesian shells. Hackenheim: Conchbooks.

Febrianto, R. & Idris, M. (2016). Kisah relief fauna pada Candi Borobudur. Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 2(2), 44-56.

Halim, A. & Herwindo, R. P. (2017). Makna ornamen pada bangunan candi Hindu dan Buddha di Pulau Jawa (era klasik tua – klasik tengah – klasik muda). Jurnal RISA (Riset Arsitektur), 1(2), 170-191.

Harriyadi. (2020). Makna ragam hias sankha bersayap pada candi Hindu dan Buddha di Jawa. Purbawidya: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, 9(2), 113-130.

Harto, D. B. (2016). Model film animasi khas Indonesia berbasis revitalisasi bahasa rupa relief lalitavistara Candi Borobudur. Jurnal Imajinasi, 10(2), 89-97.

Hornell, J. (1914). The sacred chank of India - a monograph of the Indian conch (Turbinella pyrum). Madras Fishery Bulletin, 7, 1-181.

Hornell, J. (1915). The Indian conch (Turbinella pyrum, Linn.) and its relation to Hindu life and religion. London: Williams and Norgate.

Kenoyer, J. M. (1984). Shell working industries of the Indus civilization : a summary. Paléorient, 10(1), 49-63.

Kramrisch, S. (1946). The Hindu Temple (Volume I). Calcutta: University of Calcutta.

Krishna, N. (1980). The art and iconography of Vishnu-Narayana. Bombay: D.B. Taraporevala.

Lavy, P. A. (2014). Conch-on-hip Images in Peninsular Thailand and Early Vaiṣṇava Sculpture in Southeast Asia. In N. Revire and Stephen A. Murphy (eds). Before Siam: Essays in Art and Archaeology, 152-173. Bangkok: River Books & The Siam Society

Lipton, A. P., Rao, G. S. & Jagadis, I. (2013). The Indian sacred chank: biology, conservation and trade. Kerala: Central Marine Fisheries Research Institute.

Namgyal, T. 2016. Significance of eight traditional Tibetan Buddhist auspicious symbols /emblems’ (bkra shis rtags brgyad) in day to day rite and rituals. The Tibet Journal, 41(2), 29-51.

Nastiti, T. S. (2018). Re-interpretasi nama Candi Borobudur. Amerta: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, 36(1), 11-22.

Panda, D., Jawahar, P. & Venkataramani, V. K. (2011). Growth and mortality param-eters of Turbinella pyrum (Linnaeus, 1758) exploited off Thoothukudi, south-east coast of India. Indian Journal of Fishery, 58(2), 29-33.

Plasmanto, G. (2020). Misteri fragmen arca Dewa Wisnu yang ditemukan tak sengaja di Muaro Jambi. [Online]. Diambil dari https://www.liputan6.com/regional/read/4190850/misteri-fragmen-arca-dewa-wisnu-yang-ditemukan-tak-sengaja-di-muaro-jambi? [16 Juli 2021].

Poppe, G. T. & Patamakanthin, S. (2005). On the discovery of a new population of Turbinella fusus Sowerby, 1825, a valid species. Visaya, 1(5), 128-132.

Pradita, D. & Nugroho, A. (2020). Relief Candi Borobudur, prasasti, dan berita asing: visualisasi perburuan masa Mataram kuno. Jurnal Sejarah, 3(2), 63-72.

Putra, I. W. D., Santosa, I. & Setiawan, P. (2019). Perancangan animasi 360o relief jataka Candi Borobudur bagi remaja 16-18 tahun. Andharupa: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 5(1), 63-82.

Radhika, G., Vijayakumaran, M., Venkatesan, R. & Kathiroli, S. (2008). Marine organisms in Indian medicine and their future prospects. Natural Product Radiance, 7, 139-145.

Riyani, M. (2015). Local genius masyarakat Jawa kuno dalam relief Candi Prambanan. Jurnal Seuneubok Lada, 2(1), 9-20.

Rose, K. J. (1974). The religious use of Turbinella pyrum (Linnaeus), the Indian chank. The Nautilus, 88(1):1-5.

Rusdianto, Maryanto, I., Ashari, H., Achmadi, A. S., Setiawan, P., Mundayat, A. A., Maharadatunkamsi, Sulistyadi, E., Setyawan, H., Dwijayanti, E. & Rahmadi, C. (2020). Analisis keberadaan spesies mamalia di lima babak cerita relief lalitavistara Candi Borobudur. Jurnal Biologi Indonesia, 16(2), 153-182.

Satari, S. S. (1999). Teknik analisis relief. Dalam Soeroso (Editor), Teknik Analisis Arsitektur Candi (hal. 1-8). Lembang: Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi.

Savita, S., Yadevedra, Y., Usha, S., Sushma, R. & Khemchand, S. (2020). Characterization of conch shell nanoparticles (shanka bhasma) synthesized by the classical method. Scholars International Journal of Traditional and Complementary Medicine, 3(5), 90-99.

Setyawan, H. & Kasatriyanto, B. (2019). Kajian penataan tanaman kawasan Borobudur. Borobudur, 13(2), 3-31.

Shekar, M. C., Arularasan, S., Nathani, N. M., Zaman, G. U. & Joshi, C. G. (2016). Genetic architecture of three Turbinella pyrum varieties (Linnaeus, 1758) from the southeast coast of India. Marine Ecology, 37(3), 588-598.

Suripto, B. A. & Pranowo, L. (2001). Relief jenis-jenis fauna dan setting lingkungannya pada pahatan dinding Candi Borobudur. Manusia dan Lingkungan, 8(l), 37-48.

Vokes, E. H. (1963). A possible Hindu influence at Teotihuacan. American Antiquity, 29(1), 94-95.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.