KARAKTERISTIK MORFOMETRIK DAN POLA PERTUMBUHAN IKAN KETING [Mystus nigriceps (Valenciennes 1840)] DI HILIR SUNGAI CIMANUK PROVINSI JAWA BARAT

Titin Herawati, Muthia Nada Safitri, Junianto Junianto, Herman Hamdani, Ayi Yustiati, Atikah Nurhayati
| Abstract views: 342 | PDF (Bahasa Indonesia) views: 348

Abstract

Ikan keting [Mystus nigriceps (Valenciennes 1840)] merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomis di beberapa daerah. Secara morfologi, termasuk dalam kelompok ikan bersungut (catfish) dari Ordo Siluriformes dan Famili Bagridae. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ciri morfometrik, pola pertumbuhan, dan faktor kondisi ikan keting yang berada di hilir Sungai Cimanuk. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling di tiga stasiun riset, yaitu Desa Ujungjaya Kabupaten Sumedang (St.1), Desa Palasari Kabupaten Majalengka (St.2), dan Desa Jatibarang Kabupaten Indramayu (St.3). Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2020. Hasil penelitian menunjukkan ikan keting yang tertangkap pada Stasiun 1 dan Stasiun 2 memiliki karakteristik morfometrik yang sama, pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif (b<3) dengan nilai b di Stasiun 1 adalah 2,958 dan di Stasiun 2 adalah 1,966 yang artinya pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan bobot. Faktor kondisi (K) di Stasiun 1 relatif lebih tinggi daripada di Stasiun 2, yaitu antara 0,99 – 1,16 dengan rata-rata sebesar 1,08; sedangkan di Stasiun 2 antara 0,98 – 1,06 dengan nilai rata-rata K sebesar 1,03. Ikan dari Stasiun 3 tidak dilakukan analisis lanjutan karena tidak memenuhi persyaratan statistik.

Keywords

allometrik negatif, Mystus nigriceps, pola pertumbuhan, faktor kondisi

References

Affandi, R., Sjafei, S.D., Raharjo, M. F., & Sulistiono. (1992). Iktiologi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Biring, D. (2011). Hubungan Bobot Panjang dan Faktor Kondisi Ikan Pari (Dasyatis kuhlii, Muller & Henle, 1841) yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan Paotere Makassar Sulawesi Selatan. [Skripsi]. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin.

Effendie, M.I. (1997). Metode Biologi Perikanan. Bogor: Penerbit Yayasan Dewi Sri.

Effendi, M.I. (2002). Biologi Perikanan.Yogyakarta: Penerbit Yayasan Pustaka Utama.

Froese, R. & Pauly, D. (2021). Mystus nigriceps (Valenciennes, 1840). [FishBase]. Diambil dari https://www.fishbase.de/summary/Mystus-nigriceps.html [17 Juni 2021].

Haryono. (2017). Fauna Ikan Air Tawar di Perairan Kawasan Gunung Sawal, Jawa Barat, Indonesia. Berita Biologi, 16(2), 147-156. DOI: 10.14203/beritabiologi.v16i2.2186

Herawati, T. (2017). Metode Biologi Perikanan. Bandung: Unpad Press.

Herawati, T., Rohman, A., & Dewantoro, G. (2019). Jenis Ikan Air Tawar Di Jawa Barat dan Status Perlindungannya. Bandung: Unpad Press.

Herawati, T. & Sidik, R.A.R. (2020). Struktur Komunitas Ikan di Hilir Sungai Cimanuk Provinsi Jawa Barat pada Musim Penghujan. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada 22(2), 113-122. DOI 10.22146/jfs.47655

King, M. (1995). Fishery Biology: Assessment and Management. Fishing News Book. United Kingdom

Kottelat, M., Whiten, A.J., Kartikasari, S.N., & Wirjoatmodjo, S. (1993). Freshwater fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus Editions (HK) Ltd. Singapore

Ng, H.H. (2002). The identity of Mystus nigriceps (Valenciennes in Cuvier & Valenciennes, 1840), with the description of a new bagrid catfish (Teleostei: Siluriformes) from Southeast Asia. The Raffles Bulletin of Zoology, 50(1), 161-168.

Ng, H.H. (2019). Mystus nigriceps (Valenciennes, 1840). The IUCN Red List of Threatened Species 2019. Diambil dari https://doi.org/10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS [25 Januari 2021].

Nurmadinah. (2016). Studi Ciri Morfometrik dan Meristik Ikan Penja Asal Polewali Mandar dan Ikan Nike (Awaous melanocephalus) Asal Gorontalo. [Skripsi]. Fakultas Sains dan Teknologi. UIN Alauddin Makassar.

Nuryadi., Astuti, T.D., Utami, E.S., & Budiantara, M. (2017). Dasar-Dasar Statistik Penelitian. Yogyakarta: Penerbit Sibuku Media.

Riede, K. (2004). Global register of migratory species - from global to regional scales. Dalam Froese, R. & Pauly, D. (2021). Mystus nigriceps (Valenciennes, 1840). [FishBase]. Diambil dari https://www.fishbase.de/summary/Mystus-nigriceps.html [17 Juni 2021].

Riehl, R. & Baensch, H.A. (1991). Aquarien Atlas. Band. 1. Dalam Froese, R. & Pauly, D. (2021). Mystus nigriceps (Valenciennes, 1840). [FishBase]. Diambil dari https://www.fishbase.de/summary/Mystus-nigriceps.html [17 Juni 2021].

Sjafei, D.S., Wirjoatmodjo, S., Rahardjo, M.F., & Susilo, S.B. (2001). Fauna Ikan di Sungai Cimanuk, Jawa Barat. Jurnal Iktiologi Indonesia, 1(1), 1–6. https://doi.org/10.32491/jii.v1i1.149

Surawijaya, A. (2004). Studi Morfologi Beberapa Jenis Ikan Lalawak (Barbodes spp.) di Sungai Cikandung dan Kolam Budidaya Kecamatan Buah Dua Kabupaten Sumedang. [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Syafrialdi, Dahelmi, Roesma, D.I., & Syandri, H. (2020). Length-Weight Relationship and Condition Factor of Two-Spot Catfish Mystus nigriceps (Valenciennes, 1840) (Pisces, Bagridae) from kampar Kanan River and kampar Kiri River in Indonesia. Pakistan Journal of Biological Sciences, 23(12), 1636-1642. doi: 10.3923/pjbs.2020.1636.1642


Refbacks

  • There are currently no refbacks.