AKTIVITAS HARIAN DAN KEBUTUHAN NUTRIEN KAKATUA JAMBUL KUNING (Cacatua galerita) PADA MASA MEMELIHARA ANAK

Rini Rachmatika, Sinta Maharani
| Abstract views: 215 | PDF (Bahasa Indonesia) views: 753

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dan konsumsi pakan kakatua jambul kuning pada masa memelihara anak. Penelitian ini menggunakan sepasang burung kakatua jambul kuning di penangkaran burung Pusat Penelitian Biologi-LIPI. Aktivitas burung diamati menggunakan metode focal animal sampling dengan pencatatan continuous recording. Pengamatan aktivitas dan konsumsi pakan dilakukan pada masa memelihara anak sebanyak 3 kali ulangan yang terdiri dari pengamatan aktivitas selama 30 hari dan untuk konsumsi pakan selama 60 hari untuk masing-masing ulangan, sehingga total waktu pengamatan 270 hari. Pakan diberikan ad libitum, berupa jagung segar (Zea mays), kangkung (Ipomoea aquatic), kelapa (Cocos nucifera), kacang tanah (Arachis hypogaea), wortel (Daucus carota), kedondong (Spondias dulcis), jambu biji (Psidium guajava), tauge (Spigna radiata), kacang panjang (Vigna unguiculata), telur rebus, dan kue burung. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada masa memelihara anak, aktivitas vokalisasi dan bertengger lebih besar pada jantan daripada betina. Aktivitas bergerak, merawat diri, makan, dan bersarang lebih besar pada betina daripada jantan. Konsumsi pakan yang paling tinggi adalah jagung segar (66,82 g/kelompok/hari) sebagai sumber energi, sedangkan sebagai sumber protein adalah kacang tanah (28,81 g/kelompok/hari) dan telur (15,34 g/kelompok/hari).

Kata kunci: Psittacidae, nutrisi, perilaku, konservasi eksitu, reproduksi.

Keywords

Psittacidae, nutrisi, perilaku, konservasi eksitu, reproduksi

References

Alikodra, H. S. (1990). Pengelolaan satwa liar. Bogor: Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat, Institut Pertanian Bogor.

Budiarta, D. H., Sudjarwo E., & Cholis. N. (2014). Pengaruh kepadatan kandang terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan pada ayam pedaging. Jurnal Ternak Tropika, 15(2), 31-35.

Cameroon, M. (2007). Cockatoos. CSIRO Publishing: Australia.

Del Hoyo, J., Elliot A. & Sargatal J. (2018). (eds). Handbook of the birds of the world. Barcelona: Lynx Edition. (retrieved from http://www.hbw.com/species/sulphur-crested-cockatoo-cacatua-galerita on 9 February 2018).

Gilardi, J. D., & Munn, C. A. (1998). Patterns of activity, flocking, and habitat use in parrots of the Peruvian Amazon. Condor, 100, 641–653.

Homberger, D. G. (2006). “Classification and status of wild populations of parrots” dalam Andrew U. Luescher (Ed.) Manual of parrot behavior editor. USA: Blackwell Publishing.

Isnaeni, W., Fitriyah, A., & Setiati, N. (2010). Pengaruh Pemberian Omega-3, Omega-6, dan Kolesterol Sintetis terhadap Kualitas Reproduksi Burung Puyuh Jantan. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 2(1), 40-52.

IUCN. (2018). IUCN Red List of Threatened Species. Version 2017-3. . Downloaded on 13 Maret 2018.

Juniper, T. & Parr M. (1998). Parrots: A guide to the parrots of the world. USA:Yale University Press.

Kellems, R.O. & Church D. C. (2010). Livestock feeds and feeding. Sixth edition. USA: Prentice Hall, Pearson.

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (1990). Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Jakarta: Sekretariat Negara.

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (1999). Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Jakarta: Sekretariat Negara.

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (2005). Permenhut Nomor P.19/Menhut-II/2005 tentang Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar. Jakarta: Sekretariat Negara.

Layton, L. (1989). Parrots as pets. Singapore: Times Book International.

Lint, K.C. & Lint. A.M. (1981). Diets for birds in captivity. London: Blandford Press.

Luscher, A. U. (2006). Manual of parrot behavior. United States of America: Blackwell Publishing.

Martin P. & Bateson P. (1986). Measuring behavior introductory guide. Sydney: Cambridge University Press.

McCrickerd, K., & Forde, C. G. (2016). Sensory influences on food intake control: Moving beyond palatability. Obesity Reviews, 17(1), 18-29.

Mulawka, E. J. (2014). The cockatoos: A complete guide to the 21 species. United States of America: McFarland & Company, Inc., Publisher.

National Geographic. (2015). Penyelundupan kakatua jambul kuning. Online. Diakses pada tanggal 20 Januari 2017. (http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/05/penyelundupan-kakaktua-jambul-kuning)

Prahara, W. (2003). Pemeliharaan dan penangkaran burung paruh bengkok yang dilindungi. Jakarta: Penebar Swadaya.

Priambudi, A., E. Haerlina., Ingeyangesa. & Mahdi. (2014). Jenis-jenis Burung yang Diperdagangkan. Jakarta: Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati. Kementrian Kehutanan.

Rukmiasih, A. Hafidh, H. T. Uhi, S. Y. Randa, I. Wahyuni, G. Joseph & A. Parakkasi. (2002). Pemberian pakan berserat tinggi dan suplementasi vitamin e terhadap penampilan itik mandalung. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 256-260.

Sales, J. & Janssens, G. (2003). Energy and protein nutrition of companion birds. Vlaams Diergeneeskundig Tijdschrift, 72 (1), 51-58.

Soehartono, T. & Mardiastuti A. (2002). CITES implementation in Indonesia. Nagao Natural Environment Foundation.

Soemadi W & Mutholib A. (1995). Pakan burung. Jakarta: Penebar Swadaya.

Styche A. (2000). Distribution and behaviournal ecology of the sulphur-crested cockatoo (Cacatua galerita L.) in New Zealand. Tesis. Wellington (NZ): Victoria University of Wellington.

Suhandi, A. P., Yoza, D., & Arlita, T. (2015). Perilaku harian orangutan (Pongo pygmaeus Linnaeus) dalam konservasi ex-situ di kebun binatang Kasang Kulim kecamatan Siak Hulu kabupaten Kampar Riau. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau, 2(1), 1-14.

Susanti, R., Rahayuningsih, M., Kartijono, N. E., Haryoko, A., Hakim, A. R., & Oktaviantari, T. (2006). Studi Perilaku, Palatabilitas Pakan dan Bentuk Sarang Kesukaan Gelatik Jawa (Padda oryzivora). Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal, 23(2), 56-65.

Takandjandji, M., Kayat, K., & Njurumana, G. N. (2010). Perilaku Burung Bayan Sumba (Eclectus roratus cornelia Bonaparte) di Penangkaran Hambala, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 7(4), 357-369.

Tillman, A. D., Hartadi, H., Reksohadiprodjo, S., Prawirokusumo, S., & Lebdosoekojo, S. (1998). Imu Makanan Ternak Dasar, Yogyakarta: UGM Press.

Wahju, J. (1997). Ilmu nutrisi unggas. Yogyakarta: UGM Press.

Widodo, W. (2002). Nutrisi dan pakan unggas kontekstual. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.