KOMPOSISI PENYUSUN HUTAN DI STASIUN PENELITIAN LALUT BIRAI, TAMAN NASIONAL KAYAN MENTARANG, KALIMANTAN UTARA

Bayu Arief Pratama, Ismail Apandi, Sutikno Sutikno, Supardi Jakalalana, Muhamad Syarifudin Hidayatullah, Tika Dewi Atikah
| Abstract views: 76 | PDF views: 70

Abstract

Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) merupakan salah satu kawasan konservasi terluas di Kalimantan yang terletak di Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Topografi kawasan yang cukup beragam turut berpengaruh terhadap tipe hutan, kondisi habitat, dan distribusi jenis di kawasan ini. Komposisi dan struktur tegakan hutan diamati dengan menggunakan enam petak ukur 30 × 30 m. Pengukuran dilakukan pada semua tegakan dengan diameter setinggi dada ≥ 4,8 cm. Analisa rutin (C, N, P dan pH) dilakukan pada contoh tanah dari petak ukur. Hasil pengamatan mencatat 578 individu yang terdiri dari 85 jenis dari 37 suku, dengan Parashorea smythiesii dan Dryobalanops oblongifolia merupakan jenis dominan. Nilai indeks keanekaragaman berkisar 1,95−3,08 dan indeks kemerataan 0,63−0,89. Frekuensi distribusi didominasi oleh kelas diameter kecil dan menurun secara bertahap pada kelas diameter besar, yang menunjukkan proses regenerasi baik. Pengamatan pengaruh lingkungan terhadap distribusi tumbuhan menunjukkan bahwa pH dan kandungan nitrogen tanah menjadi faktor penentu. Diketahui D. oblongifolia menyenangi habitat dengan kandungan karbon tanah yang cukup rendah, dan P. smythiesii terdistribusi pada pH tanah cenderung sangat asam. Sedangkan, L. pusillus, Q. argentata, dan Baccaurea sumatrana menyenangi habitat dengan kandungan nitrogen yang cukup rendah.

Keywords

Kayan Mentarang, komposisi, struktur, dan distribution

Full Text:

PDF

References

Balai Taman Nasional Kayan Mentarang. 2020. Taman Nasional Kayan Mentarang | Heart of Borneo. https://kayanmentarangnationalpark.com/ (Diakses 14 Januari 2021)

Goncalves, F.M.P., Revermann, R., Gomes, A.L., Aidar M. P.M., Finckh, M. and Juergens, N. 2017. Tree Species Diversity and Composition of Miombo Woodlands in South-Central Angola: A Chronosequence of Forest Recovery after Shifting Cultivation. International Journal of Forestry Research Article https://doi.org/10.1155/2017/6202093 (diakses 5 Januari 2021)

Haryono. 2002. Studi Pendahuluan Komunitas Ikan Di Perairan Taman Nasional Kayan Mentarang Kalimantan Timur. Zoo Indonesia, 29, 41–49.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2019. Environmental and forestry statistics in 2018 (Statistik lingkungan hidup dan kehutanan tahun 2018). Pusat Data dan Informasi KLHK. https://www.menlhk.go.id/site/download (Diakeses 20 Desember 2020)

Leaman, D. J., Arnason, J. T., Yusuf, R., Sangat-Roemantyo, H., Soedjito, H., Angerhofer, C. K., and Pezzuto, J. M. (1995). Malaria remedies of the Kenyah of the Apo Kayan, East Kalimantan, Indonesian Borneo: A quantitative assessment of local consensus as an indicator of biological efficacy. Journal of Ethnopharmacology, 49(1), 1–16. https://doi.org/10.1016/0378-8741(95)01289-3 (Diakses 29 juni 2020)

Lestari, D., Oktavia, G. A. E., & Asih, N. P. S. (2017). Eksplorasi dan Inventarisasi Araceae Di SPTN I Long Bawan, Taman Nasional Kayan Mentarang, Kalimantan Utara. Seminar Nasional Biodiversitas, Surakarta, Indonesia, pp. 145–152. https://www.researchgate.net/publication/331198046_EKSPLORASI_DAN_INVENTARISASI_ARACEAE_DI_SPTN_I_LONG_BAWAN_TAMAN_NASIONAL_KAYAN_MENTARANG_KALIMANTAN_UTARA (Diakses 29 Juni 2020)

MIL. 2010. Semangat Kolaborasi dalam Pengembangan Daerah Penyangga TNKM. Dalam WWF. Pembangunan Berkelanjutan di Kawasan Penyangga TNKM. (Diakses 2 Januari 2021)

Mueller-Dombois, D., and Ellenberg, H. 1974. Aims and methods of vegetation ecology. John Wiley and Sons.

Oksanen, J., Blanchet, F. G., Friendly, M., Kindt, R., Legendre, P., McGlinn, D., Minchin, P. R., O’Hara, R. B., Simpson, G. L., Solymos, P., Stevens, M. H. H., Szoecs, E., and Wagner, H. 2019. vegan: Community Ecology Package. https://cran.r-project.org/package=vegan (Diakses 20 Juli 2020)

Ortiz-Burgos, S. 2016. Shannon-Weaver Diversity Index. dalam: Kennish M.J (eds) Encyclopedia of Estuaries. Encyclopedia of Earth Science Series. Springer, Dordrecht. https://doi.org/10.1007/978-94-017-8801-4_233 (diakses 2 Januari 2021)

Pielou, E. C. 1966. The measurement of diversity in different types of biological collections. Journal of Theoretical Biology, 13(C), 131–144. https://doi.org/10.1016/0022-5193(66)90013-0 (Diakses 5 Oktober 2020)

Pratama, B. A., Atikah, T. D., Wardani, W., Apandi, I., dan Sutikno. 2017. Hilangnya Keanekaragaman Flora Endemik Di Kalimantan Utara. In A. Agustien, Syaifullah, R. Pitopang, Nurainas, S. Ilyas, & R. Kurniawan (Eds.), Seminar Nasional Biodiversitas dan Ekologi Tropika Ke-4 dan Kongres Penggalang Taksonomi Tumbuhan Ke-12 (p. 832). Jurusan Biologi FMIPA-UNAND.

Purwaningsih. 2004. Sebaran Ekologi Jenis-Jenis Dipterocarpaceae Di Indonesia Ecological Distribution of Dipterocarpaceae Species in Indonesia. Biodiversitas, Journal of Biological Diversity 5(2). https://smujo.id/biodiv/article/view/647 (Diakses 29 Juli 2020).

Purwaningsih, P. 2009. Analisa Vegetasi Hutan Riparian Dataran Rendah Di Tepi Sungai Nggeng, Taman Nasional Kayan Mentarang, Kalimantan Timur. Berita Biologi, 9(5), 547–559.https://e-journal.biologi.lipi.go.id/index.php/berita_biologi/article/view/1992 (Diakses 20 Oktober 2020)

R Core Team. 2020. R: A Language and Environment for Statistical Computing. https://www.r-project.org/ (Diakses 2 Januari 2020)

Ruchiat, Y., 2001. Penyebab dan Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan Studi Kasus: Tumbang Titi, Kabupeten Ketapang, Kalimantan Barat. Workshop of Project Plan: Community Development through Rehabilitation of Imperata Grasslands Using Trees: A Model Approach Growing Vitex Pubescens for Charcoal Production in Kalimantan Indonesia. http://pdf.usaid.gov/pdf_docs/Pnact626.pdf (Diakses 11 Desember 2017)

Shannon, C. E., 1948. A mathematical theory of communication. The Bell System Technical Journal, 27(3), 379–423. https://doi.org/10.1002/j.1538-7305.1948.tb01338.x (Diakses 5 Oktober 2020)

Simbolon, H., 2004. Early Process of Recovery of Peat Swamp Forest at Kelampangan-Central Kalimantan after Forest Fires December 1997 and September 2002. Berita Biologi, 7(3), 145–154. https://media.neliti.com/media/publications/67592-ID-none.pdf (Diakses 19 Oktober 2020)

Sodhi, N. S., Koh, L. P., Clements, R., Wanger, T. C., Hill, J. K., Hamer, K. C., Clough, Y., Tscharntke, T., Posa, M. R. C., and Lee, T. M., 2010. Conserving Southeast Asian forest biodiversity in human-modified landscapes. Biological Conservation, 143(10), 2375–2384. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2009.12.029 (Diakses 29 Juni 2020)

Wickham, H. 2016. ggplot2: Elegant Graphics for Data Analysis. Springer-Verlag New York. https://ggplot2.tidyverse.org (Diakses 5 Juni 2019)

Wulffraat, S., Tatengkeng, P., dan Salo, A., 2005. Lalut Birai: Ekologi Hutan Hujan Di Jantung Kalimantan. WWF - Kayan Mentarang Project.

Yusuf, R., 2006. Analisis Vegetasi Hutan Dipterocarpaceae campuran di Taman Nasional Kayan Mentarang, Kalimantan Timur. Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal, 22(2), 54–66. https://doi.org/10.20884/1.MIB.2005.22.2.92 (Diakses 29 Juni 2020)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.