VARIASI MUSIMAN FITOPLANKTON DAN KUALITAS PERAIRAN PULAU KOTOK BESAR

Dinda Rama Haribowo, Ahmad Zulfikar Wicaksono, Alfianur Azmi Muhammad, Firdaus Ramadhan, Alfan Farhan Rijaluddin, Yayan Mardiansyah Assuyuti
| Abstract views: 100 | PDF views: 69

Abstract

Fitoplankton dipengaruhi kondisi lingkungannya seperti kimia-fisik, nutrien perairan dan musim. Tujuan  penelitian untuk menganalisa struktur komunitas dan kelimpahan fitoplankton di pulau Kotok Besar pada musim kemarau dan hujan sebagai bioindikator kualitas perairan. Penentuan titik menggunakan purposive sampling di tiga stasiun kemudian sampel diambil dengan metode filtrasi. Berdasarkan KepMen LH No. 51 tahun 2004 suhu, TDS dan pH pulau Kotok Besar di kedua musim berada di dalam baku mutu tetapi nilai pH di musim kemarau lebih tinggi dari baku mutu. Struktur komunitas fitoplankton pada kedua musim menunjukkan perairan yang subur (eutrofik) didominansi oleh Bacillariophyceae. Nilai keanekeragaman (H’), kemerataan (E), dan dominansi (D) pada musim kemarau masing-masing 2,37; 0,82 dan 0,3 sedangkan musim hujan masing-masing 1,44; 0,63 dan 0,05. Indeks saprobik pada musim kemarau dan hujan yaitu 1 dengan status nutrien β-mesosaprobik.

Keywords

Bioindikator, Fitoplankton, Musim kemarau dan hujan, Pulau Kotok Besar, Struktur komunitas

Full Text:

PDF

References

Adriana, A., Siregar, S. H., & Metode, B. (2017). Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Tanjung Balai Kota Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau The Structure of Phytoplankton Community in Tanjung Balai Kota Karimun District , Kepulauan Riau Province Pendahuluan. Jurnal Perikanan dan kelautan, 22(2), 18–26.

Aisyah, R., Arini, W., & Suwarno, H. (2013). Komposisi dan Kemelimpahan Fitoplanton dI Laguna Glagah Kabupaten Kulonprogo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal, 1–7.

Al-Yamani, F., Saburova, M., & Polikarpov, I. (2012). A preliminary assessment of harmful algal blooms in Kuwait’s marine environment. Aquatic Ecosystem Health and Management, 15, 64–72. https://doi.org/10.1080/14634988.2012.679450

Allen, W. E., & Cupp, E. A. (1935). Plankton diatoms of the java sea. J Brill. California.

Amri, K., Priatna, A., & Suprapto. (2014). Oceanographycal Characteristic and Phytoplankton Abundance in Sunda Strait in East Monsoon. Bawal, 6(1), 11–20.

APHA. (2005). Standart Method for the Examination of Water and Watewater 21th ed. Washington DC : American Public Health.

Aprisanti, R., Mulyadi, A., & Siregar, S. (2013). Struktur Komunitas Diatom Epilitik Perairan Sungai Senapelan dan Sungai Sail, Kota Pekanbaru Rizka Aprisanti. Jurnal Ilmu Lingkungan, 7(2), 241–252.

Bagaskara, W. B., Ario, R., & Riniatsih, I. (2020). Kualitas Perairan di tinjau dari Distribusi Fitoplankton serta Indeks Saprobik di Pantai Marina Semarang Jawa Tengah. Journal of Marine Research 9(3), 333–342.

Balzano, S., Ellis, A. V., Le Lan, C., & Leterme, S. C. (2015). Seasonal changes in phytoplankton on the north-eastern shelf of Kangaroo Island (South Australia) in 2012 and 2013. Oceanologia, 57(3), 251–262. https://doi.org/10.1016/j.oceano.2015.04.003

Bellinger, E. G., & Sigee, D. C. (2010). Freshwater Algae : Identification and Use as Bioindicators. Willey-Blackwell. file:///C:/Users/youhe/Downloads/kdoc_o_00042_01.pdf

Campbell, P. E., Manning, J. A., Webber, M. K., & Webber, D. F. (2008). Planktonic communities as indicators of water quality in mangrove lagoons; a Jamaican case study. Transitional Waters Bulletin, 2(3), 39–63. https://doi.org/10.1285/i1825229Xv2n3p39

Choirun, A., Sari, S. H. J., & Iranawati, F. (2015). IDENTIFIKASI FITOPLANKTON SPESIES HARMFULL ALGAE BLOOM (HAB) SAAT KONDISI PASANG DI PERAIRAN PESISIR BRONDONG, LAMONGAN, JAWA TIMUR. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Dresscher, & Mark, van der. (1976). A Simplified Method For The Biological Assessment Of The Quality Of Fresh And Slightly Brackish Water Th . G . N . DRESSCHER * & H . van der MARK ** ** Roerstraat 5 , Emmeloord . The Netherlands Received April 22 , 1974 Keywords : Saprobic index . Biologi. Hydrobiologia, 48, 199–201.

Gao, X., & Song, J. (2005). Phytoplankton distributions and their relationship with the environment in the Changjiang Estuary, China. Marine Pollution Bulletin, 50(3), 327–335. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2004.11.004

Garno, yudhi sutrisno. (2013). Kualitas Air Dan Dinamika Fitoplankton Di Perairan Harapan. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

GEOHAB. (2001). Global Ecology and Oceanography of Harmful Algal Blooms (GEOHAB) (Vol 84). SCOR and IOC.

Gharib, S. M., El-Sherif, Z. M., Abdel-Halim, A. M., & Radwan, A. A. (2011). Phytoplankton and environmental variables as a water quality indicator for the beaches at Matrouh, south-eastern Mediterranean Sea, Egypt: An assessment. Oceanologia, 53(3), 819–836. https://doi.org/10.5697/oc.53-3.819

Japa, L., & Khairuddin. (2014). Komunitas Fitoplankton Perairan Pantai Utara, Timur, Dan Selatan Pulau Lombok. Jurnal Biologi Tropis, 14(2). https://doi.org/10.29303/jbt.v14i2.137

Karacaoǧlu, D., Dere, Ş., & Dalkiran, N. (2004). A taxonomic study on the phytoplankton of Lake Uluabat (Bursa). Turkish Journal of Botany, 28(5), 473–485.

Manal, A., Faiza, A., & Kholood, A. (2009). Marine Phytoplankton Atlas of Kuwait Waters. Kuwait Institute for Scientific Research.

Mardiansyah Assuyuti, Y., Farhan Rijaluddin, A., Ramadhan, F., & Bayu Zikrillah, R. (2016). Estimasi Jumlah Biomassa Lamun Di Pulau Pramuka, Karya Dan Kotok Besar, Kepulauan Seribu, Jakarta. Depik, 5(2), 85–93. https://doi.org/10.13170/depik.5.2.4914

Meirinawati, H., & Muchtar, M. (2017). Fluktuasi Nitrat, Fosfat dan Silikat di Perairan Pulau Bintan. Jurnal Segara, 13(3), 141–148. https://doi.org/10.15578/segara.v13i3.6493

Moran, S. (2018). Clean water characterization and treatment objectives (Chapter 6). Elsevier inc. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/B978-0-12-811309-7.00006-0

Mujiyanto, M., & Syam, A. (2011). Pencemaran perairan pada lokasi penempatan terumbu karang buatan di Pulau Kotok dan Pulau Harapan Kepulauan Seribu. Prosiding Forum Nasional Pemacuan Sumber Daya Ikan III.

Mutmainah, H., & Adnan, I. (2018). Status Kualitas Perairan Kawasan Terpadu Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus Menggunakan Metode Indeks Golongan Air. Jurnal Teknologi Lingkungan, 19(1), 107. https://doi.org/10.29122/jtl.v19i1.2030

Nastiti, A. S., & Hartati, S. T. (2013). Struktur Komunitas Plankton Dan Kondisi Lingkungan Perairan Di Teluk Jakarta Plankton Community Structure and Their Environment As One of Factors To Support Fish Resources Management in. BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap, 5(1), 131–150.

Nontji, A. (2006). Tiada Kehidupan di Bumi Tanpa Keberadaan Plankton. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).Pusat Penelitian Oseanografi.

Novia, R., Adnan, & Ritonga, I. R. (2016). Hubungan parameter fisika-kimia perairan dengan kelimpahan plankton di Samudera Hindia bagian Barat Daya. Depik, 5(2). https://doi.org/10.13170/depik.5.2.4912

Nufus, H., Karina, S., & Agustina, S. (2017). Analisis Sebaran Klorofil-A Dan Kualitas Air Di Sungai Krueng Raba Lhoknga , Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Dan Perikanan Unsyiah, 2(1), 58–65.

Odum, E. p. (1998). Dasar-dasar Ekologi. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Onyema, I. C. (2007). The Phytoplankton Composition, Abundance and Temporal Variation of a Polluted Estuarine Creek in Lagos, Nigeria. Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences, 7(2), 89–96.

Prihantini, N. B., Wardhana, W., Hendrayanti, D., Widyawan, A., Ariyani, Y., & Rianto, R. (2008). Biodiversitas Cyanobacteria Dari Beberapa Situ/Danau Di Kawasan Jakarta-Depok-Bogor, Indonesia. MAKARA of Science Series, 12(1), 44–54. https://doi.org/10.7454/mss.v12i1.309

Rahayu, N. D., Sasmito, B., & Bashit, N. (2018). Analisis Pengaruh Fenomena Indian Ocean Dipole (Iod) Terhadap Curah Hujan Di Pulau Jawa. Jurnal Geodesi Undip, 7(1), 57–67.

Raymont, J. E. G. (1963). Plankton and Productivity in the ocean. A Pergamon Press Book.

Reynolds, C. S. (2006). Ecology of Phytoplankton. Cambridge University Press.

Rizqina, C., Sulardiono, B., & Djunaedi, A. (2017). Hubungan Antara Kandungan Nitrat dan Fosfat dengan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Management of Aquatic Resources Journal, 6, 43–50.

Rustam, A., & Prabawa, F. Y. (2015). Kualitas perairan di pantai punai dan pantai tambak kabupaten belitung timur. Segara, 11(1), 75–84.

Sari, A. N., Hutabarat, S., & Soedarsono, P. (2014). STRUKTU KOMUNITAS PLANKTON PADA UJUNG LAMUN DI PANTAI PULAU PANJANG, JEPARA. Diponegoro Journal of Maquares, 3, 82–91.

Sediadi, A. (2010). Effek Upwelling Terhadap Kelimpahan Dan Distribusi Fitoplankton Di Perairan Laut Banda Dan Sekitarnya. MAKARA of Science Series, 8(2), 43–51. https://doi.org/10.7454/mss.v8i2.409

Sun, C. C., Wang, Y. S., Wu, M. L., Dong, J. De, Wang, Y. T., Sun, F. L., & Zhang, Y. Y. (2011). Seasonal variation of water quality and phytoplankton response patterns in Daya Bay, China. International Journal of Environmental Research and Public Health, 8(7), 2951–2966. https://doi.org/10.3390/ijerph8072951

Sundari, P. P. K. (2016). Keragaman zooplankton di perairan sungai pepe anak sungai bengawan solo di jawa tengah. Seminar Nasional, 1006–1011.

Suthers, I. M., & D., R. (2009). Plankton: A guide to their ecology and monitoring for water quality. Coollingwood VIC : CSIRO Publishing.

Taruktiku, S. A. (2016). HUBUNGAN SEBARAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DENGAN KONSENTRASI KLOROFIL-A DI PERAIRAN PESISIR DAN LAUT KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN. Universitas Hasanudin press.

Telesh, I. V. (2004). Plankton of the Baltic estuarine ecosystems with emphasis on Neva Estuary: A review of present knowledge and research perspectives. Marine Pollution Bulletin, 49(3), 206–219. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2004.02.009

Verlencar, X. N. (2004). Phytoplankton Identification Manual. National Institute of Oceanography.

Vuuren, S. J. Van, Taylor, J., Ginkel, C. van, & Gerber, A. (2006). A guide for the identification of microscopic algae in South African freshwaters (Issue May).

Weliyadi, E. (2013). IDENTIFIKASI SPESIES FITOPLANKTON PENYEBAB HARMFUL ALGAL BLOOM (HAB) DI PERAIRAN TARAKAN Encik Weliyadi. Jurnal Harpodon Borneo, 6(1), 27–35.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.