PENDEKATAN TEKNIS PELESTARIAN EBONI (Diospyros celebica Bakh.) SECARA EX-SITU

Ngakan Putu Oka
| Abstract views: 296 | PDF views: 598

Abstract

Pohon eboni (Diospyros celebica) pada hutan alam telah mengalami tekanan eksploitasi yang intensif karena kayunya memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Keadaan ini mengakibatkan popuiasi jenis pohon endemik Sulawesi ini menjadi sangat berkurang, sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan kelestariannya. Oleh karena itu, D.celebica telah ditetapkan sebagai tumbuhan yang tergolong vulnerable species dan sebagian besar habitat tempat hidupnya ditetapkan sebagai suaka alam atau kawasan yang dilindungi khusus untuk melestarikannya. Pendekatan pelestarian eboni secara in-siiu seperti yang diuraikan di atas belumlah memadai untuk dapat dengan cepat memulihkan popuiasi dan potensi eboni.Selain itu, pendekatan pelestarian sebagaimana tersebut di atas tidak memberikan peluang bagi pemanfaatan kayu eboni pada saat popuiasi dan potensinya telah memungkinkan untuk dimanfaatkan. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dipikirkan beberapa pendekatan pelestarian lainnya, di antaranya adalah pelestarian secara ex-situ.Pendekatan pelestarian secara ex-situ dapat diarahkan pada upaya pengelolaan dan pemanfaatan eboni secara lestari. Namun untuk mengarah pada pendekatan pelestarian secara ex-situ diperlukan telaahan mengenai preferensi ekologis dan karakteristik fisik maupun fisiologis yang terkait dengan bentuk-bentuk pengembangannya. Telaahan mengenai kemungkinan pengembangan beberapa bentuk tanaman D. celebica sebagai upaya pelestarian secara ex-situ dipaparkan.

Keywords

Pelestarian, ex-situ, Diospyros celebica, peneduh, hutan kemasyarakatan, hutan rakyat, hutan kota, tanaman pekarangan.

Full Text:

PDF

References

Anonimus, 1974. Eboni. Dinas Kehutanan Kabupaten Maros. Anonimus, 1981. Studi Kelayakan Pembangunan Sumber Benih Diospyros celebica (Eboni) di Sulawesi Tengah. Lembaga Affiliasi dan Penelitian Universitas Hasanuddin, Ujung pandang.

Anonymous, 1993. Research Report on the Sebulu Experimantal Forest. Ministry of Forestry Republic of Indonesia, PT Kutai Timber Indonesia, Sumitomo Forestry Co., Ltd, University of Tokyo.

Anonimus. 2000. Rencana Umum Pembangunan dan Pengembangan Sumber Benih Wilayah Sulawesi. Kerjasama Balai Perbenihan Tanaman Hutan Ujung Pandang dengan Pusat Pengembangan Perhutanan dan Pengelolaan DAS, Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat, Universitas Hasanuddin.

Azuma S, Oka NP and Wirawan N. 1994. Seed Disperal by Mammals and Bird in the Bumt-Over Area of Kutai National Park, East Kalimantan. In: Early Recovery Process of Kutai Ecosystem. Azuma A and Wirawan N (Eds.). Kyoto University Primate Research Institute. Special Edition, 79-82.

Chin WY. 1989. A Guide to the Wayside Trees of Singapore. Singapore Science Centre, Singa-pore. Iwao S. 1968. A New Regression Method for Analyzing the Aggregation Pattern of Animal Population. Res. Popul. Ecol. X, 1-20.

Primack RB. 1993. Essentials of Conservation Biology. Sinaeur Associate. Massachusetts.

Samingan T. 1973. Ebenaceae. Proyek Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Institut Pertanian Bogor.

Seran D dan Yusri M. 1996. Stimulasi Pertumbuhan Eboni {Diospyros celebica Bakh.) Melalui Pengaturan Intensitas Naungan dan Pemupukan NPK di Persemaian. Buletin Penelitian Kehutanan No. 2, 32-43. Balai Penelitian Kehutanan Ujungpandang.

Soerianegara I. 1967. Beberapa Keterangan Tentang Djenis-Djenis Pohon Eboni Indonesia. Lembaga Penelitian Hutan Bogor.

Suryowinoto SM. 1997. Flora eksotika: tanaman peneduh. Kanius, Yogyakarta. Tantra IGM. 1980. Flora Pohon Indonesia. Lembaga Penelitian Hutan, Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.