PROSPER PENGEMBANGAN CENDANA DI NUSA TENGGARA TIMUR

Oemi Hani'in Suseno
| Abstract views: 185 | PDF views: 419

Abstract


Cendana (Santalum album L.) merupakan spesies asli Indonesia yang sebaran geografisnya terutama di kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemasaran kayu cendana tidak sulit, bahkan sampai pada saat ini jumlah produk masih jauh dari jumlah yang dibutuhkan sehingga masih luas peluangnya untuk dikembangkan. Hutan cendana di NTT dapat diwujudkan serta dapat ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya dengan memperhatikan beberapa aspek (1) sejak awal problematika pembangunan hutan sudah diantisipasi, (2) dilakukan upaya konservasi genetik in-situ dan ex-situ, (3) dilakukan studi variasi benih dan kegiatan pemuliaan pohon untuk menghasilkan bibit unggul, (5) pengadaan SDM profesiona! dengan pelatihan-pelatihan pada berbagai tingkat petugas. Pada hakekatnya bekal ilmu kita sudah cukup (dari pengalaman penelitian untuk mewujudkan tegakan cendana yang Iayak. Namun pada kenyataannya hamparan cendana yang luas belum kita jumpai,karena berbagai kendala yakni (1) tidak ada motor penggeraknya sehingga tidak serius, (2) sedikitnya lahan yang tidak bermasalah, (3) segan karena umumya panjang, (4) ancaman api (kebakaran), (5) ancaman temak dan satwa lainnya, (6) ancaman perladangan berpindah, (7) sumber benih belum tersedia, (8) SDM belum siap, (9) peralatan masih kurang efisien, dan (10) dana tidak kontinyu dan tidak tepatwaktu atau bahkan belum tersedia. Dalam mengembangkan kembali cendana di NTT, perlu diperhatikan beberapa permasalahan khusus setempat, yakni (1) musim hujan sangat singkat sehingga penanaman harus dilakukan awal musim hujan dengan menggunakan bibit yang tepat, (2) persiapan penanaman dilakukan dengan baik meliputi ukuran lobang, perimbangan pupuk dasar dan mulsa, (3) pemagaran, (4) pembuatan jalur kebakaran, (5) diadakan jalur isolasi, (6) lokasi tidak ber masalah, (7) pelatihan untuk membentuk SDM dan (8) sosialisasi terhadap masyarakat luas terutama masyarakat NTT. Sumber benih sebaiknya dari Kebun Benih atau diambil dari pohon-pohon yang fenotipe superior. Diperlukan pula uji provenans di berbagai lokasi tempat pohon cendana akan dikembangkan.

Keywords

Pengembangan cendana, NTT, konservasi, in-situ, ex-situ, pemuliaan pohon, kendala pengembangan.

Full Text:

PDF

References

Danarto S dan Winarni WW, 1987. Beberapa Alternatif Pengembangan Sumber Benih Cendana. Prosiding Diskusi Nasional Cendana. Fakultas Kehutanan UGM.

Holmes S, 1983. Outline of Plant Classification. Longman, New York.

Kharisma, 1994. Kombinasi Uji Keturunan dan Uji sumber Benih Cendana Tingkat Semai. Thesis Kehutanan Program S2. Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada. Tidak dipublikasi.

Rujiman, 1987. Santalum album Linn. Taksonomi dan Model Ersitekturnya. Prosiding Diskusi Nasional Cendana. Fakultas Kehutanan UGM.

Soedjoko D, 1987. Strategi Pengembangan dan Penelitian Tanaman Cendana di Indonesia. Prosiding Diskusi Nasional Cendana. Fakultas Kehutanan UGM.

Sukirno, Tri Setyo dan Pardiyan, 1987. Cendana di Wanagama Gunung Kidul. Prosiding Diskusi Nasional Cendana. Fakultas Kehutanan UGM.

Wright JW, 1976. The Genetics of Forest Tree Improvement. FAO, Rome.

Zobel BJ and Talbert J, 1984. Applied Forest Tree Improvement. John Wiley & Sons, New York.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.