KARAKTERISASI POPULASI DAN POTENSI CACING TANAH UNTUK PAKAN TERNAK DARI TEPI SUNGAI KAHAYAN DAN BARITO

M. A. Firmansyah, Suparman Suparman, Harmini Harmini, I.G.P. Wigena, Subowo Subowo
| Abstract views: 317 | PDF views: 2053

Abstract

The spread of earthworm habitat much larger on the banks of the rivers in Central Kalimantan.The aim of this study was to characterize the habitat of earthworm located on banks of the rivers of Kahayan and Barito. Preparation of soil profile with dimension 1x1 m and a depth of 20 cm was conducted using transect procedure and positioned from dried riverbed up to river embankment. The results showed that earthworms with a larger size identified as Lumbriscus terrestris was mainly found in Kahayan river, while for relatively smaller species, it was found at Barito river identified as Lumbriscus rubellus. The number of L .rubellus populations is more 12 and 522 earthworms per layer than L. terrestris. The shallow of water level for ground water and rough texture was not suitable condition for earthworm habitat at both location. The level of protein and ash content are 30.30 % and 42.78 % respectively and higher compared to L. rubellus i.e 13.28 % and 6.27% respectively.

Keywords

animal feed, earthworm, Lumbricus, Kahayan river, Barito river, Central Kalimantan

Full Text:

PDF

References

Brady NC. 1990. The nature and properties of soils,621. Tenth Edition. Macmillan Publishing Company. New York.

Curry JP. 1998. Factors Affecting earthworm abundance in soils,In Edwards., C.A. (editor) 37-64.

Earthworm ecology. St. Lucie. Boca Raton. Damayanti E, A Sofyan, H Julendra dan T Untari. 2009. Pemanfaatan Tepung Cacing Tanah Lumbricus rubellus sebagai Agensia Anti – Pullorum dalam Imbuhan Pakan Ayam Broiler. Jurnal Ilmu Ternak Veteriner 14(2), 83 –89

Erlina D T S, S Subekti dan M A Alamsjah. 2012. Pengaruh Pemberian Pakan Tambahan (Suplement feed) dari Kombinasi Tepung Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) dan Tepung Spirulina Platensis terhadap Pertumbuhan dan Retensi Protein Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos). Journal of Marine and Coastal Science 1(2), 81 – 90.

Farida K. 2010. Pengaruh Penambahan Tepung Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) pada Ransum Ayam terhadap Produksi Ayam Pedaging (Gallus gallus) STRAIN Wonokoyo. Universitas Negeri Malang.[Skripsi]

Fauzzy Ahmad. 2009. Kajian Pengaruh Substitusi Parsial Tepung Terigu dengan Tepung Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) terhadap Sifat Kimia dan Penilaian Sensoris Kreker. Program Studi Teknologi Hasil Ternak. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. [Skripsi]

Fender WM and JL McKey-Fender. 1990. Oligochaeta: Megascolecidae and other eathworm from western orth America. In Dindal, D.L. (Eds), 379-391 Soil biology guide. A Wiley-Interscience Publication.

John Wiley & Sons. New York. Handayanto. 2009. Dasar Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang.

Hardijulendra. 2002. Uji Aktifitas Antibakteri Dari Cacing Tanah (Lumbricus Terestris ) sebagai Bahan Pakan Ayam Terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella pullorum Secara Invitro. Jurnal Pusat Penelitian Informatika -LIPI

Hardjowigeno S. 2010. Ilmu tanah, 288. Akademika Pressindo, Jakarta. Hermanto A, Pramonowibowo dan Asriyanto. 2012. Pengaruh Umpan Terhadap Hasil Tangkapan Alat Tangkap Anco (LIF NET) di Perairan Rawa Bulung Kulon, Kabupaten Kudus. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology 1(1), 128-137

Khairuman dan K Amri. 2010. Mengeruk untung dari berternak cacing,80. AgroMedia Pustaka, Bintaro. Minnich J. 1997. The earthworm book how to raise and use earthworm for your farm and garden. Rodale Press, New York.

Natricia WK, Kusnoto dan MA Alamsjah. 2012. Kombinasi Cacing Sutera (Tubifex SP.) Kering dan Tepung Chlorella SP. Sebagai Pakan Tambahan pada Pertumbuhan dan Retensi Protein Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos). Journal of Marine and Coastal Science 1(1), 45 – 52.

Palungkun R. 2010. Usaha Ternak Cacing Tanah Lumbricus rubellus. Penebar Swadaya, Jakarta. Rahmi HDA. 2003. Uji Efek Antipiretik Seduhan Serbuk CacingTanah Lumbricus rubellus pada Tikus Betina Rattus nulesicus Galur Wistar yang Demam Akibat Debris Sel Echerihia coli. Universitas Surabaya (Thesis)

Resnawati H. 2004. Bobot Potongan Karkas dan Lemak Abdomen Ayam Ras Pedaging yang Diberi Ransum Mengandung Tepung Cacing Tanah (Lumbricus rubellus). Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 473-478.

Resnawati H. 2005. Karakteristik Karkas dan Preferensi Konsumen terhadap Daging Dada Ayam yang Diberi Ransum Mengandung Cacing Tanah (Lumbricus rubellus). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Inovatif untuk Pengembangan Industri Berbasis Pertanian.

Resnawati H. 2012. Inovasi Teknologi Pemanfaatan Bahan Pakan Lokal Mendukung Pengembangan Industri Ayam Kampung. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian 5(2),79–95

Rukmana, R. 1999. Budidaya Cacing Tanah. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

SNI. 1992. Cara Uji Makanan dan Minuman. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta

SNI. 1998. Petunjuk Pengambilan Contoh Padatan. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta

Subowo, I Anas, G Djajakirana, A Abdurrachman dan S Hardjowigeno. 2002. Pemanfaatan cacing tanah untuk meningkatkan produktivitas ultisol di lahan kering. J. Tanah dan Iklim 20, 35-46.

Subowo, I Anas, G Djajakirana, A Abdurrachman, S Hardjowigeno, A. Kentjanasari, dan E. Sumantri. 2003. Aktivitas cacing tanah (Pheretima hupiensis) pada bahan tanah Ultisol lapisan atas di terarium. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Sumberdaya Tanah dan Iklim. Bogor, 14-15 Oktober 2003. Buku II, 137- 156.

Subowo, I Anas, G Djajakirana, A Abdurrachman dan S Hardjowigeno. 2008. Prospek cacing tanah untuk pengembangan teknologi resapan biologi di lahan kering. Jurnal Litbang Pertanian 27(4), 146-150.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.