PENAMPILAN TANAMAN KONSERVASI EX-SITU EBONI (Diospyros celebica Bakh.)

Budi Santoso, Chairil Anwar
| Abstract views: 176 | PDF views: 217

Abstract

Kegiatan konservasi ex-situ dilaksanakan sejak tahun 1996.Materi konservasi berasal dari 7 tempat asal (Karaenta, Barru, Duapitue,Kaluku, Malili dan Maleali) dengan rancangan penanaman menggunakan rancangan acak lengkap berblok.Hasil pengamatan pada umur 3 tahun di antara tanaman eboni yang berasal dari berbagai tempat asal, tidak cukup bukti untuk mendeteksi adanya keragaman antara tempat asal untuk parameter persentase tumbuhan.Sedang untuk pertumbuhan tinggi dan diameter keragaman antara tempat tumbuh nampak jelas dan ada kecenderungan tempat asal yang lebih tinggi (dpi) menunjukkan lebih baik.Ruas tanaman eboni berbeda nyata di antara tempat asal, yang berarti ada indikasi faktor genetika memberikan konstribusi cukup besar terhadap munculnya keragaman jumlah ruas.

Keywords

eboni, Diospyros celebica, keragaman genetika, konservasi ex-situ. t

Full Text:

PDF

References

Effendi R. 1980. Penelitian Permudaan Alam Eboni di Daerah Kasimbar, Kelompok Hutan S. Tinambo-S. Tikuwono, Propinsi Sulawesi Tengah. Pusat Penelitian Hutan, Bogor.

Riyanto A. 2000. Evaluasi Uji Provenan Eboni {Diospyros celebica Bakh) di Stasiun Penelitian dan Uji Coba Malili Kab. Luwu Sulawesi Selatan. Skripsi S-l Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian STIPER. Ttidak diterbitkan.

Santoso B. 1997. Pedoman Teknis Budidaya Eboni {Diospyros celebica Bakh). Balai Penelitian Kehutanan, Ujung Pandang.

Seran D, Santoso B dan Ginoga B. 1991. Pertumbuhan Eboni di Cagar Alam Kalaena, Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Kehutanan IV (12). Balai Penelitian Kehutanan, Ujung Pandang.

Soerianegara I. 1967. Beberapa Keterangan Tentang Jenis-jenis Eboni. Pengumuman No. 12. Lembaga Penelitian Hutan, Bogor.

Soerianegara I. 1970. Pemuliaan Pohon Hutan. Laporan No. 104. Lembaga Penelitian Hutan Bogor.

Soesono OH. 1985. Pemuliaan Pohon. Yayasan Pembina Fakultas Penelitian Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sumardja EA. 1997. Pelestarian Plasma Nutfah Secara In-Situ dan Ex-situ. Makalah pada Sarasehan Memasyarakatkan Pengertian Plasma Nutfah Berkaitan dengan Konvensi Keanekaragaman Hayati.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.