KAYU CENDANA SEBAGAIBAHAN BAKU INDUSTRI KERAJINAN RAKYAT MENYONGSONG OTONOMIDAERAH PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Y Suranto
| Abstract views: 274 | PDF views: 596

Abstract

Kayu Cendana (Sanlalum album Linn.) merupakan satu jenis produk terpenting yang dihasilkan oleh sumberdaya alam berupa hutan di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Perlu pengelolaan cendana lebih intensif dan pemanfaatan optimal bagi peningkatan kesejahteraan rakyat NTT dan Pendapatan Asli Daerah dalam menyongsong Otonomi Daerah. Sumber ekonomi yang diperoleh daerah NTT melalui penjualan kayucendana sebagai bahan mentah ke daerah lain kiranya patut ditinjau kembali. Pemanfaatan sebagai bahan baku bagi industri kecil dan menengah perlu ditumbuhkan, dibina dan dikembangkan di daerah NTT merupakan alternatif yang selayaknya ditempuh. Pemanfaatan kayu cendana sangat beragam. Berdasarkan sifat kayu dan kandungan minyak atsirinya, kayu cendana sudah digunakan sebagai bahan baku bagi industri minyak atsiri, industri serbuk (tepung) kayu dan industri kerajinan kayu. Industri kerajinan kayu merupakan industri yang paling potensial, meningkatkan kesejahteraan rakyat karena penciptaan lapangan kerja dan nilai tambah yang langsung menyangkut masyarakat di tingkat bawah. Produk kerajinan berupa patung, ukiran dan topeng sering kali mengalami cacat retak atau pecah. Cacat ini akan menurunkan nilai produk tersebut. Penurunan ini dapat dihindarkan dengan penerapan teknologi pengeringan dan teknologi stabilisasi dimensi dengan Poli Etilen GUkol (PEG). Teknologi stabilisasi melalui perendaman selama 5 hari dalam PEG-1000 berkonsentrasi 40%, terhadap patung (hasil kerajinan) akan membebaskan sepenuhnya dari cacat retak dan pecah, tetapi mengubah warna kayu dari putih kekuningan menjadi putih keabu-abuan dan menguragi bahkan menihilkan aroma cendana. Penerapan teknologi pengeringan kayu berdampak yang serupa dengan dampak teknologi stabilisasi dimensi.

Keywords

Cendana, bahan baku, industri kerajinan rakyat, teknologi industri.

Full Text:

PDF

References

Anonimus. 1987. Gambaran Keadaan Pemanfaatan dan Prospek Pengembangan Kayu Cendana di Propinsi Dati I Bali. Makalah Diskusi Cendana Fakultas Kehutanan UGM-Kantor Wilayah Departemen Kehutanan Propinsi Bali.

Kasmudjo. 1989. Stabilisasi Dimensi Kayu Cendana. Laporan Penelitian. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Kasmudjo dan Anwar CH. 1992. Usaha Peningkatan Mutu Kayu Sebagai Bahan Kerajinan. Laporan Penelitian. Kerjasama antara Bapindo Yogyakarta dan Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

Nicholas DD. 1973. Wood Deterioration and Its Preservation by Preservative Treatments. Vol 1. Syracuse University, New York.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.