SILVIKULTUR CENDANA: MENCARILUASAN BUDIDAYA YANG LAYAK EKOLOGIS DAN EKONOMIS

Endang Ahmad Husaeni, Sudaryanto Sudaryanto
| Abstract views: 187 | PDF views: 595

Abstract

Kayu cendana memainkan peranan sangat penting dalam perekonomian Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui sumbangannya sebesar 40% per tahun terhadap PAD.Sumbangan sebesar itu berasal dari pengusahaan hutan alam yang potensinya terus menurun dari tahun ke tahun. Untuk mempertahankan dan sekaligus meningkatkan peranan cendana terhadap perekonomian Propinsi NTT, selain tetap mengusahakan hutan alam yang ada, perlu dibangun kelas perusahaan cendana seluas 10.000 ha,dengan menerapkan sistem silvikultur THPB dan silvikultur intensif.Dengan daur (umur tebang) 50 tahun kelas perusahaan tersebut mampu memproduksi kebutuhan dalam negeri dan untuk ekspor.Pembangunan kelas perusahaan cendana ini dilaksanakan bersama masyarakat di Pulau Timor, Sumba dan Flores, pada ketinggian tempat sekitar 700 m dpi.Adanya kebun benih sangat diperlukan untuk memasok kebutuhan benih setiap tahunnya.

Keywords

Kelas perusahaan, sistem silvikultur, silvikultur intensif, hap, daur, kebun benih.

Full Text:

PDF

References

Anonim, 1984. Analisa dan Penilaian Pengusahaan Cendana. Dit. Pengolahan Hasil Hutan, Ditjen. Pengusahaan Hutan, Dephut. Jakarta.

Perkembangan Penelitian dan Pengembangan Cendana di Nusa Tenggara, BPK Kupang.

Goor AY, 1955. Tree Planting Practice for Arid Zones. FAO For. Dev. Paper No. 6.

Hamzah Z, 1976. Sifat Silvika dan Silvikultur Cendana (Santalum album Linn.) di Pulau Timor. LPHBogor.

Husaeni EA et ah, 1986. Studi Kelayakan Pembangunan Timber Estate Cendana di Propinsi Dati I Timor Timur. Fahutan IPB, Bogor.

Kramer F. 1922. De Vindplaatsen van Sandelhout (Santalum album L.) op Java. Tectona 15 (9), 731-762.

Kramer F. 1925. Het Verjongings Onderzoek van Sandelhout {Santalum album L.) op Java, Tectona 18 (4 - 5), 455 - 498.

Maas, EA Husaeni dan Y Setiadi. 1988. Pengaruh Tumbuhan Inang terhadapn Pertumbuhan Cendana, Tech. Notes, 2 (2), 8-24.

Manan S, 1997. Rimbawan dan Masyarakat. IPB, Bogor.

Meijer Drees E. 1953. Silvicultural Problems in Dry Monsoon Areas in Indonesia. Tectona, 43,111-118.

Nagaveni HC and RA Srimathi. 1980. Studies on Germination of the Sandal Seed (Santalum album Linn.): Chemical Stimulant for Germination. Indian For. 106 (11), 792-799.

Studies on Germination of Sandal Seed. Indian For. 107 (6), 348-353.

Rahm F. 1925. Sandelhout op Timor. Tectona 18 (4 - 5), 499 - 545.

Silitonga DH. 1989. Studi Pengaruh Tanaman Pangan terhadap Pertumbuhan Anakan Cendana (Santalum album L.). SkripsimFahutan IPB. Tidak diterbitkan.

Sipayung OA, 1983. Laporan Perjalanan Studi Perbandingan Cendana ke India. Dinas Kehutanan Propinsi NTT.

Soelindra IN. 1974. Kemungkinan Permudaan dan Perluasan Tanaman Cendana Secara Vegetatif. Kehutanan Indonesia 1, 458 -459.

Sutarahardja et ah, 1988. Studi Kelayakan Pengusahaan Hutan Tanaman Industri Unit HTIMutis Timau I. Propinsi Dati I NTT.

VentakaRao GW. 1924. Strychnine in Sandal. Indian For. 50 (9), 4456 - 459.

The Influence of Host Plant on Sandal and Spike Desease. Indian For. 64 11,656-658.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.